GLOBALISASI

Menunjukkan Sikap Terhadap Globalisasi di Lingkungannya

 
A.    Pengaruh Globalisasi
1.      Pengertian Globalisasi
Apakah kamu merasakan adanya perubahan dalam pergaulan sehari-hari? Misalnya, kamu pernah melihat gaya rambut yang warna-warni atau gaya pakaian ketat memakai rantai. Nah, dari kejadian tersebut, maka kita dapat merumuskan makna dibalik kata globalisasi.
Kata "globalisasi" diambil dari kata globe yang artinya bola bumi tiruan atau dunia tiruan. Kemudian, kata globe menjadi global, yang berarti universal atau keseluruhan yang saling berkaitan. Jadi, globalisasi adalah proses menyatunya warga dunia secara umum dan menyeluruh menjadi kelompok masyarakat.

[Continue Reading]

KULIAH FILSAFAT ILMU

A. PENGERTIAN FILSAFAT ILMU
1.1. Arti istilah definisi filsafat ilmu
1.2. Cakupan dan permasalahan filsafat ilmu
1.3. Berbagai pendekatan filsafat ilmu
1.4. Sejarah dan Perkembangan filsafat ilmu
1.5. Fungsi Dan Arah Filsafat Ilmu
B. KEARAH PEMIKIRAN FILSAFAT
2.1. Ilmu dan Filsafat
2.2. Pengertian Ilmu dan Pengetahuan
2.3. Sifat-sifat dan Asumsi Dasar Ilmu
2.4. Anatomi/Komponen Ilmu
[Continue Reading]

METAFISIKA



A.      Latar Belakang Masalah
Pengetahuan mistik (metafisika) adalah pengetahuan supra-rasional tentang obyek yang supra-rasional. Banyak pandangan yang telah membawa perubahan besar pada pola pikir manusia dan masyarakat modern, yang mendasarkan diri pada filsafat rasionalisme dan empirisme, sehingga realitas yang dianggap nyata adalah yang empirik, atau yang bisa dipikirkan secara rasional. Di luar semua itu, dipandang dan diyakini sebagai sesuatu yang tidak nyata. Inilah yang disebut dengan aliran intuisionisme. Intuisi merupakan pengetahuan yang didapatkan tanpa melalui proses penalaran tertentu. Intuisi bersifat personal dan tidak bisa diperdiksi. Intuisi inilah yang menjadi pengetahuan mistik.
[Continue Reading]

LOGIKA DAN ETIKA


A.    Pengertian Logika Secara Etimologi.
Logika diturunkan dari kata sifat logike, bahasa Yunani, yang berhubungan dengan kata logos,yang artinya pikiran atau perkatan sebagai pernyataan dari pikiran. Surajiyo, Sugeng Astanto, Sri Andiani (tt: 3)
Logika adalah berasal dari kata logos yang berarti perkataan atau sabda. Istilah lainnya yang digunakan sebagai gantinya adalah mantiq, kata Arab yang diambil dari kata kerja nataqa yang berarti berkata atau berucap. Mundiri, (1994 :1)
B.     Pengertian Logika Menurut Istilah
Logika adalah ilmu pengetahuan dan keterampilan berpikir lurus. Tt, (1999 :71). Logika adalah suatau pertimbangan akal atau pikiran yang diatur lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Jan Hendrik Rapar, (1996 : 5). Logika adalah ilmu dan kecakapan menalar, berpikir dengan tepat.W. Poespoprodjo, Ek. T. Gilarso. (2006: 13). Logika adalah suatu metode atau teknik yang diciptakan untuk meneliti ketepatan nenalar. Soekadijo, (1983-1994: 3)
[Continue Reading]

ONTOLOGI, EPISTIMOLOGI, DAN AKSIOLOGI PENGETAHUAN


A.    Latar Belakang
Tak dapat dipungkiri, ilmu memiliki kontribusi yang amat penting bagi kehidupan manusia. Rasa ingin tahu manusia yang menjadi titik-titik perjalanan manusia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Hal inilah yang melatarbelakangi beragam penelitian dan hipotesa awal manusia terhadap inti dari keanekaragaman realitas. Proses berfilsafatlah yang menjadi titik awal sejarah perkembangan pemikiran manusia dimana manusia berusaha untuk mengorek, merinci dan melakukan pembuktian-pembuktian yang tak lepas dari kungkunga. Kemudian dirumuskanlah sebuah teori pengetahuan dimana pengetahuan menjadi terklasifikasi menjadi beberapa bagian.
[Continue Reading]

Sejarah Filsafat

Sejarah Filsafat

Manusia, masyarakat, kebudayaan dan alam sekitar memiliki hubungan yang erat. Keempatnya-lah yang telah menyusun dan mengisi sejarah filsafat dengan masing-masing karakteristik yang dibawanya. Berdasar keempat hal tersebut juga, pada umumnya para filsuf sepakat untuk membagi sejarah filsafat menjadi 3 tradisi besar, yakni Sejarah Filsafat India, Sejarah Filsafat Cina, dan Sejarah Filsafat Barat.
[Continue Reading]

Manfaat filsafat



Manfaat

Bagi banyak orang, pertanyaan “Untuk apa berfilsafat?” menyiratkan suatu kepentingan praktis, yaitu “Apa manfaat filsafat untukku, selain pengetahuan demi pengetahuan itu sendiri?” Ada sebuah jawaban yang juga praktis untuk pertanyaan itu. Keterlibatan kita secara kritis dalam filsafat dapat mengubah keyakinan-keyakinan dasar kita, termasuk sistem nilai yang kita miliki dan bagaimana kita memandang dunia secara umum.
[Continue Reading]

Mengapa

MENGAPA BERFILSAFAT ?

Benarkah anggapan bahwa filsafat tidak membawa apa-apa bagi kepentingan manusia atau masyarakat pada umumnya? Bahwa filsafat hanya milik para filsuf dan mahasiswa filsafat? Kemudian, benarkah juga proposisi bahwa filsafat tidak mungkin dapat mempertanggungjawabkan pemikiran-pemikiran yang dihasilkan darinya, karena para filsuf adalah kumpulan pengelamun saja? Lagipula, mengapa harus filsafat yang berperanan dalam hal-hal yang kini “ditangani” oleh filsafat? Apakah tidak ada hal lain di luar filsafat yang mampu menyelidikinya?
[Continue Reading]

APA Filsafat

Filsafat

Filsafat Dasar ~ Pengantar

Kata-kata “filsafat”, “filosofi”, “filosofis”, “filsuf”, “falsafi” bertebaran di sekeliling kita. Apakah pemakaiannya dalam kalimat-kalimat sudah tepat atau sesuai dengan arti yang dimilikinya, kita acapkali tidak merisaukan hal itu, mungkin karena kita sendiri juga kurang paham dan belum berkesempatan memeriksa beberapa literatur atau pun bertanya kepada mereka yang berkompeten menjelaskan hal itu. Sementara itu, kita mengerti bahwa beberapa peristilahan ada karena memiliki latar belakang yang unik. Suatu peristilahan perlu dipahami konteks-nya untuk memperoleh kejelasan maknanya, baik itu konteks sosial, budaya bahkan politik.
[Continue Reading]

PRINSIP- PRINSIP DASAR KEPEMIMPINAN




PRINSIP- PRINSIP  DASAR KEPEMIMPINAN


Prinsip, sebagai paradigma terdiri dari beberapa ide utama berdasarkan motivasi pribadi dan sikap serta mempunyai pengaruh yang kuat untuk membangun dirinya atau organisasi.  Menurut Stephen R. Covey (1997),  prinsip adalah bagian dari suatu kondisi, realisasi dan konsekuensi. Mungkin prinsip menciptakan kepercayaan dan berjalan  sebagai sebuah kompas/petunjuk yang tidak dapat dirubah. Prinsip merupakan suatu  pusat atau sumber utama sistem pendukung kehidupan yang ditampilkan dengan 4 dimensi seperti;  keselamatan, bimbingan, sikap yang bijaksana, dan kekuatan.   Karakteristik seorang pemimpin didasarkan kepada prinsip-prinsip (Stephen R. Coney) sebagai berikut:
[Continue Reading]

PENGERTIAN PEMIMPIN



PENGERTIAN  PEMIMPIN


Pemimpin adalah inti dari manajemen. Ini berarti bahwa manajemen akan tercapai tujuannya  jika ada pemimpin. Kepemimpinan hanya dapat dilaksanakan oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin adalah seseorang yang mempunyai keahlian memimpin, mempunyai kemampuan mempengaruhi pendirian/pendapat orang atau sekelompok orang tanpa menanyakan alasan-alasannya. Seorang pemimpin adalah seseorang yang aktif membuat rencana-rencana, mengkoordinasi, melakukan percobaan dan memimpin pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama-sama (Panji Anogara, Page 23).

[Continue Reading]

MATERI KEPEMIMPINAN


DEFINISI KEPEMIMPINAN
Apakah arti kepemimpinan?  Menurut sejarah, masa “kepemimpinan” muncul pada abad 18. Ada beberapa pengertian kepemimpinan, antara lain:

  1. Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk  mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 24).
  1. Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. (Shared Goal, Hemhiel & Coons, 1957, 7).
  1. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauch & Behling, 1984, 46).
  1. Kepemimpinan adalah kemampuan seni atau tehnik untuk membuat sebuah kelompok atau orang mengikuti dan menaati segala keinginannya.
  1. Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs & Jacques, 1990, 281). 
Banyak definisi kepemimpinan yang menggambarkan asumsi bahwa kepemimpinan dihubungkan dengan proses mempengaruhi orang baik individu maupun masyarakat. Dalam kasus ini, dengan sengaja mempengaruhi dari orang ke orang lain dalam susunan aktivitasnya dan hubungan dalam kelompok atau organisasi. John C. Maxwell mengatakan bahwa inti kepemimpinan adalah mempengaruhi atau mendapatkan pengikut.
[Continue Reading]

Pengertian Surat



Surat adalah merupakan alat atau sarana untuk mengambil pernyataan atau mengambil informasi secara tertulis dari pihak yang satu ke pihak yang lainnya, baik atas nama sendiri, jabatan yang disandang dari suatu instansi perusahaan atau organisasi. (Pratama, 1997:1)
Beberapa pengertian surat menurut para ahli adalah:
Menurut Suhanda Panji
“Surat adalah sehelai kertas atau lebih yang memuat suatu bahan komunikasi yang disampaikan oleh seseorang kepada oranertg lain baik atas nama pribadi maupun kedutaan dalam organisasi kantor (1982 : 979 ) “.

[Continue Reading]

SILABUS FILSAFAT ILMU



SILABUS FILSAFAT ILMU

[Continue Reading]

LANDASAN FILOSOFI PENDIDIKAN PGSD



LANDASAN FILOSOFO PENDIDIKAN

GLOSARIUM 1
Landasan filosofis pendidikan,   adalah asumsi filosofis yang dijadikan titik tolak dalam rangka studi dan praktek pendidikan.
Landasan ilmiah pendidikan, adalah  asumsi-asumsi yang bersumber dari disiplin ilmu tertentu yang  menjadi titik tolak dalam pendidikan
Landasan deskriptif pendidikan, adalah asumsi-asumsi tentang kehidupan manusia sebagai sasaran pendidikan apa adanya (Dasein) yang dijadikan titik tolak dalam rangka pendidikan
Landasan preskriptif pendidikan, adalah asumsi-asumsi tentang kehidupan manusia  yang  ideal/diharapkan/dicita-citakan  (Das  Sollen) yang disarankan menjadi titik tolak studi pendidikan dan/atau praktek pendidikan.
[Continue Reading]

Meningkatkan Aktivitas Belajar



Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Dengan Menggunakan Model     Pembelajaran make A Match di SD


OLEH
Pintauli Devega Pangaribuan

ABSTRAK

             Di pertemuan I memperoleh observasi sebesar 47.36% adalah rendah, dipertemuan II diperoleh observasi sebesar 57.89%  adalah sedang, di pertemuan III pada siklus ke dua di peroleh hasil observasi guru sebesar 70% adalah tinggi dan pada pertemuan ke IV hasil observasi guru adalah 84.21 % adalah tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil observasi guru dengan menggunakan model pembelajaran make a match. Pada siklus II observasi  penelitian telah mengalami perubahan yang tinggi.Hasil pengamatan  aktivitas siswa menunjukkan siswa telah termotivasi melakukan aktivitas-aktivitas yang terdapat dalam model pembelajaran make a match. Setiap siklus mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu pertemuan I 42.03 % dengan jumlah siswa yang diamati adalah sebanyak 20 orang siswa dengan 20 orang siswa belum di katakan aktif pada siklus I pertemuan I , pertemuan kedua 44.84 % dengan jumlah siswa yang diteliti adalah sebanyak 20 siswa dari 20 siswa tersebut terdapat 3 siswa dikatakan aktif  dan 17 siswa dikatakan tidak aktif, pada pertemuan ketiga meningkat menjadi 61.25 % dengan kriteria cukup dari 20 siswa  terdapat 9 siswa yang aktif dan 11 orang siswa dikatakan tidak aktif, dan pada pertemuan ke empat meningkat kembali menjadi 82.81% dengan criteria baik sekali dari 20 siswa dapat dikatakan seluruh siswa aktif.
Kata kunci : aktivitas, make a match
[Continue Reading]

Macam-macam metode mengajar

A.  Berbagai Metode Mengajar
Guru yang profesional tidak hanya menguasai sejumlah materi pembelajaran, tetapi juga terampil dalam menggunakan metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran serta situasi pada saat materi tersebut harus disajiakan. Selain itu, guru juga harus memilih metode yang tepat agar pembelajaran menjadi aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Atau metode pembelajaran dapat dikatakan sebagai cara menyajikan isi pembelajaran kepada peserta didik untuk mencapai kompetensi.
Metode mengajar merupakan prosedur/cara yang harus dilakukan oleh seorang pendidik dalam menyampaikan materi pelajaran sehingga proses belajar berjalan baik dalam arti kompetensi atau tujuan pembelajaran dapat tercapai. Agar tujuan pengajaran tercapai sesuai dengan yang telah dirumuskan oleh pendidik, maka perlu mengetahui,dan mempelajari beberapa metode mengajar, serta dipraktekkan pada saat mengajar. Dalam proses belajar mengajar (PBM) peranan metode dalam strategi pembelajaran sangat menentukan berhasil atau tidaknya seorang guru menyampaikan pesan kepada peserta didiknya. Memilih metode yang tepat untuk menciptakan suasana proses belajar mengajar yang menarik. Penilaian metode dari segi penerapannya sangat tergantung kepada jumlah peserta didik yang besar atau kecil. Beberapa metode mengajar yang dapat divariasikan oleh pendidik diantaranya.
Beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran IPA diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) eksperimen (4) diskusi (5) bermain peran, (6) simulasi dan (7) bermain peran. Pada pelaksanaannya metode ini dapat dipilih guru sesuai dengan topik-topik dalam pembelajaran IPA di SMP. Metode yang dipilih harus mempermudah para peserta didik menyerap materi ajar dan mempermudah guru menyajikan bahan ajar tersebut. Masing-masing metode mempunyai ciri, keunggulan-keunggulan dan kelemahan-kelemahan.
1. Metode Ceramah (Preaching Methode)
Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah peserta didik yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham peserta didik. Biasanya guru memberikan perintah, menjelaskan hal-hal tertentu, mengetengahkan pengalaman dan dengan keahliannya dibantu bahan-bahan / buku yang tersedia meningkatkan pengetahuan para peserta didik.
Metode ceramah merupakan metode dimana guru lebih banyak memberikan informasi pada peserta didik, sehingga peserta didik menjadi pasif dalam pembelajaran. Pada pembelajaran yang menggunakan metode ceramah diupayakan tidak hanya menyajikan informasi dari guru, karena pada setiap pembelajaran harus diusahakan peserta didik yang aktif. Penggunaan metode ceramah pembelajaran harus digunakan teknik bertanya, sehingga tetap terjadi interaksi antara guru dan peserta didik atau antara peserta didik dan peserta didik. Tanya jawab juga diperlukan untuk mengetahui pemahaman peserta didik terhadap apa yang telah disampaikan oleh guru melalui metode ceramah. Penggunaan jenis pertanyaan harus bervariasi seperti pertanyaan konvergen, divergen, pertanyaan untuk menguji keterampilan proses dan keterampilan berpikir sesuai dengan konsep IPA yang disajikan, teknik mengajukan pertanyaan juga harus memperhatikan situasi kelas, kapan melakukan promting atau kapan melakukan redirecting. (lihat modul Kinerja pada materi Teknik Bertanya, Indrawati). Agar penyajian ceramah dikelas dapat diserap oleh peserta didik semaksimal mungkin, maka seorang guru harus mempersiapkan langkah-langkahnya secara sistematis.
Untuk mempertinggi hasil dari metode ceramah umumnya dilakukan beberapa langkah sebagai berikut yaitu (a) rumuskan tujuan khusus yang hendak dipelajari oleh peserta didik, (b) setelah menetapkan tujuan, hendaklah diselidiki apakah .metode ceramah benar- benar merupakan metode yang tepat, (c). susunan bahan ceramah yang benar-benar perlu diceramahkan (d). pengertian yang dapat dijelaskan dengan alat atau dengan uraian yang tertentu harus ditetapkan sebelumnya, (e) tangkaplah perhatian peserta didik dan arahkan pada pokok yang akan diceramahkan, (f). Kemudian usahakan menanam pengertian yang jelas. Metode Ceramah wajar dipergunakan untuk  (a)  menyampaikan fakta (kenyataan) atau pendapat dan tidak, terdapat bahan bacaan yang merangkum fakta atau pendapat yang dimaksud., (b) menyampaikan fakta kepada peserta didik yang besar jumlahnya atau karena besarnya kelompok pendengar sehingga metode-metode yang lain tidak mungkin dapat dipergunakan, (c) memberikan semangat dan rnerangsang peserta didik untuk melaksanakan sesuatu pekerjaan atau belajar dengan baik. Metode ceramah dilaksanakan dengan tujuan untuk : (a) membangkitkan motivasi belajar,  (b) memperjelas bagian-bagian tertentu, (c) menonjolkan bagian-bagian konsep atau pengetahuan yang dianggap penting, (d) memperluas isi bahan pelajaran.
Keunggulan Metode Ceramah diantaranya;
a)    Dapat menyampaikan materi lebih banyak dibandingkan dengan metode-metode yang lain,
b)    Pada pembelajaran IPA tidak banyak memerlukan peralatan laboratorium,
c)    Bila disiapkan dengan baik misalnya menggunakan model pembelajaran “ direct instruction” dapat membangkitkan aktivitas peserta didik.
Sementara itu, kelemahan Metode Ceramah diantaranya;
a)    Kalau penyajian “Teacher Centre” dan peserta didik sama sekali tidak dilibatkan, maka materi yang disajikan mudah terlupakan karena peserta didik hanya mendengar saja.
b)    Akibat peserta didik tidak aktif maka menjadi mengantuk, memikirkan yang lain-lain, atau mencari kegiatan-kegiatan lain seperti berbicara dengan teman yang lain atau mengganggu temannya.
2. Metode Diskusi ( Discussion Methode)
Diskusi merupakan situasi dimana diantara peserta didik, peserta didik dengan guru terjadi tukar menukar informasi, idea tau pendapat untuk memecahkan suatu masalah (Cruickshank, 2006). Tujuan diskusi adalah untuk mereviu apa yang telah peserta didik pelajari, mendorong peserta didik untuk merefleksikan ide mereka atau pendapat mereka, menggali isu-isu, memecahkan masalah dan meningkatkan keterampilan komunikasi secara langsung atau bertemu muka. Metode diskusi ada yang berupa diskusi umum atau diskusi kelas dan diskusi kelompok.
a). Metode Diskusi Kelas
Metode diskusi umum (diskusi kelas) bertujuan untuk tukar menukar gagasan, pemikiran, informasi/pengalaman diantara peserta sehingga dicapai kesepakatan pokok-pokok pikiran (gagasan, kesimpulan). Untuk mencapai kesepakatan tersebut, para peserta dapat saling beradu argumentasi untuk meyakinkan peserta lainnya. Kesepakatan pikiran inilah yang kemudian ditulis sebagai hasil diskusi. Diskusi biasanya digunakan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari penerapan berbagai metode lainnya, seperti: penjelasan (ceramah), curah pendapat, diskusi kelompok, permainan, dan lain-lain.
b). Metode Diskusi Kelompok
Sama seperti diskusi umum, diskusi kelompok adalah pembahasan suatu topik dengan cara tukar pikiran antara dua orang atau lebih, dalam kelompok-kelompok kecil, yang direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu. Metode ini dapat membangun suasana saling menghargai perbedaan pendapat dan juga meningkatkan partisipasi peserta yang masih belum banyak berbicara dalam diskusi yang lebih luas. Tujuan penggunaan metode ini adalah mengembangkan kesamaan pendapat atau kesepakatan atau mencari suatu rumusan terbaik mengenai suatu persoalan.Setelah diskusi kelompok, proses dilanjutkan dengan diskusi pleno.
Metode diskusi yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama ( socialized recitation ). Metode ini bertujuan untuk tukar menukar gagasan, pemikiran, informasi/pengalaman diantara peserta didik, sehingga dicapai kesepakatan pokok-pokok pikiran (gagasan, kesimpulan). Untuk mencapai kesepakatan tersebut, para peserta didik dapat saling beradu argumentasi untuk meyakinkan peserta didik lainnya. Kesepakatan pikiran inilah yang kemudian ditulis sebagai hasil diskusi. Diskusi biasanya digunakan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari penerapan berbagai metode lainnya, seperti: penjelasan (ceramah), curah pendapat, diskusi kelompok, per-mainan, dan lain-lain. Dalam proses belajar mengajar ada dua jenis diskusi yaitu: (a) diskusi terpimpin, guru yang memegang pimpinan diskusi, (b) diskusi tanpa pimpinan guru, jadi pimpinan diskusi dapat ketua kelompok atau salah satu peserta yang ditunjuk. Pada metode diskusi, maka tugas pimpinan / Ketua Diskusi adalah: (a) mengatur giliran bicara (bila diskusi panel); (b) menyebutkan nama peserta yang akan bertanya, menyanggah atau memberi saran lalu memberi kesempatan kepada yang bersangkutan; (c) merangkum, menyimpulkan, merumuskan pendapat yang telah diuraikan
Pada pembelajaran kimia, metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk : (a). mendorong peserta didik berpikir kritis. (b). mendorong peserta didik mengekspresikan pendapatnya secara bebas, (c). mendorong peserta didik menyum-bangkan buah pikirnya untuk memcahkan masalah bersama, (d). mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdsarkan pertimbangan yang seksama. Kelebihan metode diskusi sebagai berikut (a). Menyadarkan peserta didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan, (b). Menyadarkan peserta didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif, sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik, (c) membiasakan peserta didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap toleransi.  Kelemahan metode diskusi sebagai berikut: (a). tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar, (b) peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas, (c). dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara, (d). biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal.
3. Metode Demontrasi ( Demonstration methode )
Metode demonstrasi digunakan untuk membelajarkan peserta didik dengan cara menceritakan dan memperagakan suatu langkah-langkah pengerjaan sesuatu. Demonstrasi merupakan praktek yang diperagakan oleh guru atau pemandu kepada peserta didik. Berdasarkan tujuannya demonstrasi dapat dibagi menjadi dua:
1) Demonstrasi proses yaitu metode yang mengajak peserta didik memahami langkah demi langkah suatu proses;
2) Demonstrasi hasil yaitu metode untuk memperlihatkan atau memperagakan hasil dari sebuah proses.
Metode demonstrasi di dalam pembelajaran IPA adalah metode dimana guru menyajikan suatu percobaan IPA di depan kelas atau di tempat yang dapat dilihat oleh seluruh peserta didik. Setelah mengikuti demonstrasi baik demonstrasi proses maupun demonstrasi hasil, peserta didik akan memperoleh pengalaman belajar langsung setelah melihat atau melakukan pengamatan sendiri apa yang didemonstrasikan.
Oleh karena itu, demonstrasi dapat berupa  praktek yang diperagakan kepada peserta. Karena itu, demonstrasi dapat dibagi menjadi dua tujuan yaitu: (a) demonstrasi proses untuk memahami langkah demi langkah; dan (b) demonstrasi hasil untuk memperlihatkan atau memperagakan hasil dari sebuah proses.Biasanya, setelah demonstrasi dilanjutkan dengan praktek oleh peserta sendiri. Sebagai hasil, peserta akan memperoleh pengalaman belajar langsung setelah melihat, melakukan, dan merasakan sendiri. Tujuan dari demonstrasi yang dikombinasikan dengan praktek adalah membuat perubahan pada rana keterampilan.
Seorang guru yang melaksanakan metode demonstrasi harus melakukan hal-hal berikut;
1.  Sebelum pelaksanaan
a.       Menjelaskan tujuan yang akan dicapai dengan kegiatan tersebut
b.      Membuat rencana, memilih sumber dan menjelaskan cara melakukan kegiatan secara terperinci
c.       Mempersiapkan alat dan mengujinya, demikian juga bahan-bahan yang akan digunakan
2.  Selama kegitan berlangsung
a.       Menjawab pertanyaan peserta didik sehubungan dengan aktivitas yang berlangsung
b.      Menjelaskan hal-hal yang kurang dipahami oleh peserta didik, misalnya ketika mendemonstrasi beberapa reaksi kimia antara logam alkalia atau alkali tanah dengan air menghasilkan gas letup.
3.  Setelah kegiatan
a.       Memberi kesempatan berdiskusi sebagai tindak lanjut dari aktivitas kegiatan demonstrasi.tersebut
b.      Membawa peserta didik menyimpulkan dan mengevaluasi hasilnya
Guna memilih kegiatan demonstrasi ataukah praktikum/percobaan yang direncanakan untuk diberikan kepada peserta didik guru harus memperhatikan: (1) fasilitas yang dimiliki oleh sekolah, (2) proses/kegiatan yang berlangsung apakah  cukup berbahaya hingga memerlukan pengawasan yang terus menerus dari guru, (3) yang digunakan sederhana atau rumitkah. Manfaat psikologis pedagogis dari metode demonstrasi meliputi; (a) perhatian peserta didik dapat lebih dipusatkan. (b). Proses belajar peserta didik lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari. (c). Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri peserta didik. Kelebihan metode demonstrasi sebagai berikut: (a) membantu peserta didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atu kerja suatu benda, atau suatu kegiatan percobaan, (b) memudahkan berbagai jenis penjelasan, (c) kesalahan-kesalahan yeng terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melaui pengamatan dan contoh konkret, drngan menghadirkan obyek sebenarnya. Kelemahan metode demonstrasi sebagai berikut (a) peserta didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan, (b) tidak semua benda dapat didemonstrasikan.           
4. Metode Ceramah Plus
Metode cermah plus adalah metode mengajar yang menggunakan lebih dari satu metode (multimetode), yakni metode ceramah gabung dengan metode lainnya. Dalam hal ini penulis akan menguraikan tiga macam metode ceramah plus yaitu;
a. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas (CPTT).
Metode ini adalah metode mengajar gabungan antara ceramah dengan tanya jawab dan pemberian tugas. Metode campuran ini idealnya dilakukan secar tertib, yait; (1). Penyampaian materi oleh guru, (2). Pemberian peluang bertanya jawab antara guru dan peserta didik, (3). Pemberian tugas kepada peserta didik.
b.  Metode ceramah plus diskusi dan tugas (CPDT)
Metode CPDT dilakukan oleh guru dalam upaya mengatasi kelemhadari metode ceramah murni, Metode CPDT ini dilakukan secara tertib sesuai dengan urutan pengkombinasiannya, yaitu pertama guru menguraikan materi pelajaran, kemudian mengadakan diskusi, dan akhirnya memberi tugas.
c. Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL)
Metode ini dalah merupakan kombinasi antara kegiatan menguraikan materi pelajaran dengan kegiatan memperagakan dan latihan (drill).

5. Metode Percobaan ( Experimental Method )
Metode percobaan adalah metode pemberian kesempatan kepada peserta didik secara perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan, dalam hal ini kegiatan percobaan kimia.  Metode percobaan adalah suatu metode mengajar yang menggunakan alat dan bahan kimia tertentu dan dilakukan lebih dari satu kali percobaan, sedangkan untuk pembelajaran kimia dilkasanakan di Laboratorium Kimia.
Kelebihan metode percobaan sebagai berikut;  (a) Metode ini dapat membuat peserta didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku, artinya dapat memperkuat pemahaman konsep-konsep atau pengetahuan kimia. yang diterima di kelas,  (b). Peserta didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi (menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi serta  serta keterampilan tangan (Hand on),  (c). Dengan metode ini akan terbina manusia yang dapat membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia.
Keunggulan-Keunggulan Metode Eksperimen
a) Fakta atau data yang diperoleh peserta didik secara langsung mudah diingat
b)  Guru dapat berkeliling kelas sambil melakukan penilaian terhadap sikap dan psikomotorik
c) Melatih kerja sama pada diri peserta didik karena metode eksperimen di sekolah biasanya dilakukan secara berkelompok
Kelemahan-Kelemahan Metode Eksperimen
a) Memerlukan bahan dan alat praktik yang banyak
b)  Kalau peserta didik tidak diawasi dengan baik kadang-kadang ada yang main-main di kelompoknya
c) Memerlukan waktu belajar yang lebih lama dari pada metode demonstrasi
Untuk menerapkan metode eksperimen pada pembelajaran IPA, ada beberapa persyaratan yang harus dilakukan, diantaranya :
-    peralatan dan bahan yang tersedia dilaboratorium harus memadai untuk eksperimen;
-    menggunakan bahan praktikum yang tidak berbahaya;
-    menggunakan peralatan yang aman bagi keselamatan dan mudah digunakannya.
6. Metode Karya Wisata (Study Tour Method)
Metode karya wisata adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih dahulu oleh guru dan diharapkan peserta didik membuat laporan dan didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh guru, yang kemudian dibukukan.  Pada pembelajaran kimia, metode karya wisata dilakukan melalui kunjungan pada suatu pabrik atau industri berbasis proses kimia, misalnya karya wisata ke pabrik semen, pabrik pupuk, atau pabrik pembuatan gula.
Kelebihan metode karyawisata, diantaranyasebagai berikut (a) Karya-wisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran, (b). Membuat bahan yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat.
(c). Pengajaran dapat lebih merangsang kreativitas anak. Dalam melaksanakan karyawisata, yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
1.      Sebelum pelaksanaan
a.       Menyarankan obyek, menetapkan lama waktu penyelenggaraan karya  wisata.
b.      Menetapkan pejabat / jawatan yang harus dihubungi dan menyelesaikan kelengkapan administrative seperti surat ijin, pemberitahuan
c.       Memperhitungkan jumlah peserta didik, alat-alat / kelengkapan yang perlu di bawa, menjelaskan teknik pengumpulan data, cara menyusun laporan dan memberi keterangan global atau secara umum mengenai obyek yang dikunjungi.
2.      Pada waktu kegiatan berlangsung
a.       Menemui pimpinan obyek sesampai di tempat tujuan
b.      Mengadakan perkenalan, mohon penjelasan mengenai kegiatan yang ada di tempat tersebut
c.       Selama berkeliling meninjau obyek, guru ikut melakukan observasi sambil mengawasi peserta didik
d.      Selesai mengadakan observasi peserta didik dikumpulkan kembali untuk bertanya jawab dan mohon diri
e.       Sebelum pulang mengecek perlengkapan dan daftar hadir
3.      Tindak lanjut
a.       Meminta peserta didik supaya berdiskusi mengenai hasil observasi yang mereka peroleh selama kunjungan ke industri atau pabrik.
b.      Meneliti hasil laporan
Adapun kekurangan metode karyawisata, diantaranya  sebagai berikut: (a) Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak, (b) Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang, (c) Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama, sedangkan unsur studinya terabaikan, (d) Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik anak didik di lapangan, (e) Biayanya cukup mahal, (f) Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah atas kelancaran karyawisata dan keselamatan anak didik, terutama karyawisata jangka panjang dan jauh.
8. Metode Latihan Keterampilan ( Drill method )
Metode latihan keterampilan adalah suatu metode mengajar , dimana peserta didik diajak ke tempat latihan keterampilan untuk melihat bagaimana cara membuat sesuatu, bagaimana cara menggunakannya, untuk apa dibuat, apa manfaatnya dan sebagainya. Contoh latihan keterampilan membuat alat peraga kimia, media CD pembelajaran kimia, atau ke tempat industri pembuatan sabun. 
Kelebihan metode latihan keterampilan sebagai berikut, diantaranya peserta didik dapat: (a) memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis, melafalkan huruf, membuat dan menggunakan alat-alat, (b) memperoleh kecakapan mental dan berpikir, seperti dalam berpikir kritis dan kreatif, inovatif, memecahkan masalah, serta memupuk jawa kewirausahaan, (c) membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecepatan berpikir dan bertindak. Kekurangan metode latihan keterampilan sebagai berikut; (a) Menghambat bakat dan inisiatif peserta didik, karena peserta didik lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan kepada jauh dari pengertian; (b) Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan. (c). Kadang-kadang latihan yang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton dan membosankan., (d). Dapat menimbulkan verbalisme.
9.  Metode Tugas
Merupakan suatu cara mengajar dimana guru dengan peserta didik merencanakan bersama-sama suatu soal, problema atau kegiatan yang harus diselesaikan peserta didik dalam waktu tertentu.Dalam pembelajaran kimia metode tugas ini sering diterapkan dalam upaya memperdalam penguasaan konsep peserta didik, yaitu guru memberikan tugas pada peserta didik untuk menyelesaikan soal-soal kimia terkait pokok bahasan yang telah dipelajari. Metoda Tugas dapat digunakan untuk tujuan:
1.      Membimbing peserta didik mempersiapkan diri mengenai materi pelajaran yang akan diberikan dengan cara mempelajari denagan baik
2.      Memperluas bahan atau memperdalamnya karena keterbatasan waktu yang tersedia di kelas
3.      Melatih tanggung jawab peserta didik sesuai dengan apa yang telah disepakati
Kelebihan Metode Tugas
a.       Tugas yang diberikan mempunyai tujuan yang jelas dan dapat dimengerti.
b.      Peserta didik memperolehpengalaman mengerjakan tugas
c.       Hubungan guru dan peserta didik menjadi semakin akrab karena adanya keterbukaan guru menerima peserta didik berkonsultasi dalam menyelesaikan tugas
d.      Guru dapat mengikuti perkembangan kemajuan peserta didik-peserta didiknya dari hasil pemantauan / monitoring kemajuan pengerjaan tugas tersebut.
Kelemahannya antara lain;
a.       Guru mengalami banyak kesulitan dalam menyesuaikan tugas dengan kondisi individu masing-masing peserta didiknya
b.      Peserta didik yang cerdas dan rajin akan maju pesat, tetapi yang lambat akan semakin tertinggal
c.       Sulit bagi guru untuk ikut mengawasi / membimbing kegiatan peserta didik di luar jam pelajaran.

12. Metode Pemecahan Masalah ( Problem Solving Method )
Metode pemecahan masalah adalah suatu metode mengajar yang mana peserta didiknya diberi soal-soal, lalu diminta pemecahannya. Metode ini dapat merangsang dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berinisiatif sendiri mampu melakukan analisis dan sintesis terhadap persoalan yang dihadapi sehingga diperoleh penyelesaian.
Masalah merupakan keadaan suatu hal atau peristiwa yang harus kita ganti dengan suatu cara untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Pemecahan masalah dapat diartikan sebagai suatu proses dimana peserta didik dapat menggali dan memadukan aturan-aturan yang telah dipelajari sebelumnya sehingga dapat diterapkan dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi. Jadi pemecahan masalah merupakan suatu kegiatan yang kompleks dan termasuk tingkat tinggi dari proses mental seseorang. Pendapat lainnya menyatakan bahwa pemecahan masalah merupakan kombinasi dari gagasan yang cemerlang untuk membentuk kombinasi gagasan baru.
Kelebihan metode pemecahan masalah ini :
1.      Mendidik peserta didik untuk berpikir logis, sistematis, melakukan analisis
2.      Melatih peserta didik memilih alternative pemecahan yang paling tepat atau menguntungkan
3.      Mendidik peserta didik mencari berbagai jalan keluar dalam menghadapi problema
Kekurangannya dari metode pemecahan masalah adalah (a) :Memerlukan waktu yang lama, (b) Sukar diterapkan pada kurikulum yang berpusat pada pelajaran (subject oriented).
13.   Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab adalah suatu cara untuk menyampaikan materi pelajaran didepan kelas dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab peserta didik pada saat itu juga. Pada pembelajaran kimia, misalnya guru menanyakan pada peserta didik mengapa senyawa makromolekuler  karbohidrat sangat  penting bagi tubuh?. Kelebihan dari metode tanya jawab ini adalah  (a). Pertanyaan akan mendorong peserta didik memusatkan perhatian, (b). peserta didik dapat dengan cepat mengetahui kesalahannya dalam menjawab pertanyaan, (c). membiasakan peserta didik berani menjawab. Sedangkan kekurangan dari metode tanya jawab ini diantarnya adalah (a) peserta didik dapat dicekam ketakutan selama tanya jawab berlangsung, (b). tidak mungkin memberi pertanyaan kepada seluruh peserta didik di kelas bila jamnya terbatas, (c) mungkin hanya peserta didik pandai atau kelompok prestasi atas yang dapt menjawab pertanyaan, (d). jika waktu yang disediakan cukup, munkin peserta didik yang semula tidak dapat menjawab akhirnya dapat menjawab.
14. Metode Bermain Peran (Role Play Method)
Bermain peran pada prinsipnya merupakan metode untuk memerankan peran-peran yang ada dalam dunia nyata ke dalam suatu pertunjukan peran di dalam kelas/pertemuan, yang kemudian dijadikan sebagai bahan refleksi agar peserta memberikan penilaian terhadap pemeran. Misalnya: menilai keunggulan maupun kelemahan masing-masing peran tersebut, dan kemudian memberikan saran/ alternatif pendapat bagi pengembangan peran-peran tersebut. Metode ini lebih menekankan terhadap masalah yang diangkat dalam „pertunjukan, dan bukan pada kemampuan pemain dalam melakukan permainan peran.
15. Metode Simulasi
Metode simulasi merupakan bentuk metode praktek yang sifatnya untuk mengembangkan ketermpilan peserta belajar (keterampilan mental maupun fisik/teknis). Metode ini memindahkan suatu situasi yang nyata ke dalam kegiatan atau ruang belajar karena adanya kesulitan untuk melakukan praktek didalam situasi yang sesungguhnya. Misalnya: sebelum melakukan praktek penerbangan, seorang peserta didik sekolah penerbangan melakukan simulasi penerbangan terlebih dahulu (belum benar-benar terbang). Situasi yang dihadapi dalam simulasi ini harus dibuat seperti benar-benar merupakan keadaan yang sebenarnya (replikasi kenyataan). Contoh lainnya, dalam sebuah pelatihan fasilitasi, seorang peserta melakukan simulasi suatu metode belajar seakan-akan tengah melakukannya bersama kelompok dampingannya. Pendamping lainnya berperan sebagai kelompok dampingan yang benar-benar akan ditemui dalam keseharian peserta (ibu tani, bapak tani, pengurus kelompok, dsb.). Dalam contoh yang kedua, metode ini memang mirip dengan bermain peran. Tetapi dalam simulasi, peserta lebih banyak berperan sebagai dirinya sendiri saa tmelakukan suatu kegiatan/tugas yang benar-benar akan dilakukannya. Untuk  pembelajaran kimia metode simulasi jarang dilaksankan, sehingga tantangan bagi guru kimia untuk menerapkann metode ini.
16. Metode Permainan (Games Method)
Permainan (games), populer dengan berbagai sebutan antara lain pemanasan (ice-breaker) atau penyegaran (energizer). Arti harfiah ice-breaker adalah „pemecah es. Jadi, arti pemanasan dalam proses belajar adalah pemecah situasi kebekuan fikiran atau fisik peserta. Permainan juga dimaksudkan untuk membangun suasana belajar yang dinamis, penuh semangat, dan antusiasme.
Karakteristik permainan adalah menciptakan suasana belajar yang menyenangkan (fun) serta serius tapi santai (sersan). Permainan digunakan untuk penciptaan suasana belajar dari pasif ke aktif, dari kaku menjadi dinamis (akrab), dan dari jenuh menjadi riang (segar). Metode ini diarahkan agar tujuan belajar dapat dicapai secara efisien dan efektif dalam suasana gembira meskipun membahas hal-hal yang sulit atau berat. Sebaiknya permainan digunakan sebagai bagian dari proses
Metode permainan dalam pembelajan dapat dilakukan untuk mengembangkan konsep atau untuk mengevaluasi. Permainan pada pembelajaran sebaiknya dirancang dahulu baik skenario maupun alat-alat permainannya.

[Continue Reading]
Powered By Blogger · Designed By Kehidupan Hakiki